Review Buku Merindu Baginda Nabi

Juara pertama Lomba Review Buku PMPT 

dalam rangka memperingati hari buku international pada tanggal 23 April


Nuraidah 
Judul buku : Merindu Baginda Nabi
Penulis       : Habiburrahman El-Shirazy


Novel ini menceritakan seorang gadis sederhana namun kaya akan prestasi, gadis ini bernama Syarifatul Bariyah atau sering di panggil Dipah / Rifa. Latar belakang Rifa yaitu dia tidak tau orang tua nya, dulu waktu bayi Rifa di temukan di tempat sampah oleh Mbah tentrem di tempat sampah lalu di bernama Dipah ( Ditemuakan di tempat sampah), Mbah Tentrem merawat Dipah dengan penuh rasa ikhlas. Pada suatu ketika Mbah Tentem meberikan hak asuh Dipah ke suatu keluarga yang sudah menikah selama 8 tahun tapi tidak di karuniai anak yaitu keluarga Pak Nur dan Bu Sal. 

Setelah satu bulan kemudian Mbah Tentrem meninggal dunia dalam ke adaan di masjid, pas pengajian, berzikir dan membaca solawat untuk kanjeng nabi Muhammad SAW. Tiga hari sebelum meninggal Mbah Tentram mewakap kan rumahnya untuk di jadikan tempat anak - anak yatim dan anak terlantar seperti Dipah/ Rifa.

Walau pun Rifa tidak mengetahui siapa keluarganya tetapi Rifa tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang, buktinya Rifa tumbuh menjadi seorang remaja yang pintar, cerdas, dan berakhlak. Bukti kepintaran Rifa diantaranya dia pernah mengikuti pertukarn pelajar antara pelajar Indonesia dan Amerika, dan di Amerika juga dia Mendapat Juara Pertama olimpiade Matematika Se San Jose,Amerika. 


Lalu di sekolah nya juga Rifa selalu juara pertama. Karena kepintaraan nya ada seorang siswa yang iri padanya, dia bernama Arum. Arum gadis cantik, pintar tetapi licik. Banyak sekali rencana yang di lakukan Arum untuk menjatuhkan Rifa termasuk pernah untuk menyelakai Rifa. Karena menurut Arum, Rifa itu menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan juara kelas namun beda denga pandangan Rifa, Arum merupakan sparing patner dalam meraih prestasi karena semakin Arum giat belajar maka Rifa pun harus lebih giat lagi belajar.

Walau pun Rifa anak yang pintar dan cerdas itu tidak menjadikan dirinya bertinggi hati. Rifa selau zuhud. Dan Rifa iri kepada Abahnya/ Pak Nur, karena Pak Nur sangat mendalam merindukan baginda Nabi, hingga suatu saat beliau dapat mengobati rasa rindunya hingga beliau meninggal ketika rasa rindu itu sudah terobati. (
Nuraidah )

Baca : Buka Cakrawala Dalam Jaringan

0 komentar