POPODCATSAN BERSAMA KANG CARIKIN

 

dok. wawancara bersama Kang Carikin di kediamannya, Bangunharja Ciamis

SEJARAH SINGKAT PMPT

NARASUMBER : KANG CARIKIN

Paguyuban Mahasiswa Priangan Timur (PMPT) lahir pada tahun 1997. Pada saat itu mahasiswa yang berasal dari Priangan itu merasa satu kebutuhan untuk bersatu, karena pada saat itu daerah-daerah lain sudah lebih dulu mempunyai perkumpulan-perkumpulan. Sehingga temen-temen PMPT kalau ada kegiatan, ada yang ikut ke Ikatan Mahasiswa Majalengka, ada yang ke Ikatan Mahasiswa Kuningan, ada yang ke Jabodetabek, Cirebon dan lain-lain. Maka untuk menjaga persatuan, utamanya kekompakan sama-sama perantau yang dari Priangan (Ciamis, Tasik, Banjar, Pangandaran, Garut) pada saat itu, kemudian menghimpun diri untuk mendirikan satu organisasi paguyuban mahasiswa yang pada saat itu diberi nama “Paguyuban Mahasiswa Priangan Timur (PMPT)”. 

Saya dan kawan-kawan (senior) Ardan dari Ciamis, Asep dari Garut, banyak juga temen-temn dari tasik pada saat itu bersatu, kemudian mengundang mahasiswa yang berasal dari Priangan, dan terbentuklah tahun 1997 yaitu Paguyuban Mahasiswa Priangan Timur. Yang mana pada saat awal yang menjadi ketua yaitu Raden Waspada, kemudian dilanjutkan oleh Kikin Tarkin. Adapun untuk menarik temen-temen agar bisa kompak pada saat itu, kita menggagas untuk melestarikan budaya Sunda waktu itu. Kebetulan juga di Cirebon ada kumpulan warga sukapura dari tasik, setelah diadakan pendekatan ternyata mereka mempunyai gamelan sunda buhun dan seni degung, kemudian waktu itu dipinjam sama PMPT dijaman Kikin dan tempat latihan di sekretariat (di rumah Prof Adang Jumhur, di dekat Ulumuddin) rutin setiap minggu sore latihan degung, malah ketuanya sendiri si Kikin yang menjadi tukang gendangnya itu. Pada saat libur memang ada perhara rumah pa Adang nya kebakaran, gendangnya itu tinggal sepotong waktu itu. 

Kemudian PMPT juga sering dijadikan satu wahana untuk berdiskusi teman-teman, terutama bagaimna teman-teman dari berbagai jurusan mendiskusikan terkait kegiatan apa yang bisa nantinya disumbangkan untuk daerah masing-masing. Misalkan unuk kegiatan di Garut, Tasik, Ciamis itu yang dilakukan kegiatan rutin biasanya tahunan. Kalo sekarang namanya Baksos dan itu ternyata sangat bagus untuk dilaksanakan, sehingga teman-teman yang di Cirebon kalo kembali lagi ke daerah masing-masing itu sudah tidak merasa asing dengan kultur yang ada di Kabupatennya, apalagi kalau missal bisa menembus pemerintah daerah masing-masing, nah mangkanya saya sangat setuju denga PMPT mengadakan Baksos itu tiap tahun itu bergilir dikabupaten mana gitu dan itu pemerintah daerahnya harus tau, supaya pemerintah daerahnya mensupport kepada PMPT yang ada di Cirebon khususnya. Jadi sekretariat dulu kita numpang saja di rumah dosen, nah akan lebih bagus apabila ada sekretariatnya sendiri seperti di Jogja. Nah di Cirebon juga akan lebih bagus mempunyai sekretariat sendiri Paguyuban Mahasiswa Priangan Timur. Jadi siapapun mahasiswa dan kuliahnya di perguruan tinggi manapun selama memang mereka ada di Cirebon itu bisa gabung dengan PMPT, jadi tidak khusus untuk IAIN, atau UNTAG atau UNSWAGATI, tapi semuanya gabung kalo itu smaa-sama dari Priangan. Jadi enak kita jadi banyak saudara. Nah diawal kita bisa merasa butuh itu karena mungkin kita merantau ya saling melindungi pada intinya, walaupun tidak sedikit mendapatkan jodoh juga. 

Itulah sekilas PMPT di masa lalu, jadi kepentingannya satu yaitu kita bisa saling melindungi diantara kita sesama Mahasiswa dari Priangan. Karena kan kalo dulu tidak sedikit dari Priangan, kadang-kadang dari daerah lain ya macam-macam. Tapi setelah bersaru kita aman dan tidak ada yang ganggu karena kita kompak, namun yang paling penting dengan adanya PMPT kita akan berkompetisi terutama terkait dengan keilmuan (kajian-kajian) itu penting. Dan tidak hanya kajian yang sifatnya lokal yang ada di Cirebon termasuk kajian masing-masing yang ada di Kabupaten. Jadi nanti apasih yang bisa disumbangkan mahasiswa Priangan terkait dengan pengembangan di Kabupaten A, Kabupaten B. itu nanti bisa banyak melahirkan konsep bagus. Sehingga kalau datang baksos itu, ini di Kabupaten ini potensinya apa? Kan kita udah pada punya bahan.

Itu yang saya tahu pada saat berdirinya PMPT itu ya itu, karena kita dulu liar gaada wadahnya. Kecuali di organisasi-organisasi ekstra, intra, sementara yang khusus di organisasi kedaerahan kita dulu kan gapunya. Tapi Alhamdulillah setelah terbentuk PMPT, teman-teman yang dari berbagai perguruan tinggi bisa bergabung (editor Dewi Mira).

*hasil wawancara pada 11 september 2020, di kediaman kang Carikin, Bangunharja Ciamis

1 komentar