kajian minggu an pengurus dan anggota pmpt bidang pendidikan dan keilmuan
kajian minggu an pengurus dan anggota pmpt bidang pendidikan dan keilmuan
" ngaguwar makan silih asah silih asih jeng silih asuh "
pemantik kang fajar rahmawan
flanplet kanjian mingguan ke dua
nyimpulken tina kajian anu kaping 21 februarari kamari
Ngaguar Makna Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh'
Pemantik: Kang Fajar Rahmawan, S. Ag.
Silih asah, silih asih, silih asuh memang sudah tidak asing ditelinga kita, dimana hal ini kerap dijadikan sebagai sebuah kekhasan bagi kebanyakan orang atau institusi di tatar pasundan. Falsafah silih asah, silih asih, silih asuh secara eksplisit bisa dikatakan istimewa karena ia mengajarkan satu kesatuan sikap yang jika terjiwai dengan baik oleh suatu masyarakat berpotensi besar untuk membuat sekumpulan orang atau masyarakat tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat yang kuat, bersatu dan sejahtera. Silih asah yang berarti saling memintarkan, silih asih yang berarti saling sayang menyayangi dan silih asuh yang berarti saling memelihara, adalah tiga prilaku yang menjadi satu kesatuan pembentuk budaya hidup yang memungkinkan terwujudnya sebuah tatanan masyarakat dengan peradaban yang luhur.
Pesan-pesan yang nampak sederhana dari falsafah tersebut sesungguhnya sesuatu yang amat bernilai tinggi. Bukan hanya itu, bahkan kalau kita cermati pesan-pesan tersebut adalah pesan-pesan yang sama dengan apa yang di ajarkan dalam agama kita. Tapi mungkin inilah salahnya kita yang cenderung abai dengan kearifan falsafah dan budaya bangsa kita sendiri. Tidak terkecuali bagi Paguyuban Mahasiswa Priangan Timur (PMPT), dimana organisasi kedaerahan ini menuntut setiap anggotanya untuk memahami betul falsafah tersebut. Oleh karena itu pihak pengurus PMPT mengadakan kajian dengan tema 'Ngaguar Makna Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh' dengan harapan besar bahwa kesadaran anggotanya akan tumbuh. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh semua sub sektor PMPT, baik pengurus, anggota, alumni atau bahkan oleh siapapun orang diluar PMPT. Sebab sejatinya falsafah itu bisa dipakai oleh siapa saja, tidak mesti harus anak-anak PMPT atau orang-orang di tatar pasundan. Hanya saja mengingat bahwa PMPT menjadikan secara tertulis falsafah tersebut, maka sangat disayangkan jika prilaku orang-orang yang berada didalamnya jauh dari apa yang digariskan dalam falsafah tersebut.
Paguyuban anu ngahijikeun Mahasiswa asal Priangan Timur (Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan pangandaran) nu kuliah di kabupaten/kota Cirebon.

1 komentar
Mantul
BalasHapus